Kronologi meninggalnya Suami BCL Ashraf Sinclair

Kronologi meninggalnya Suami BCL, Ashraf Sinclair

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun. Kabar duka meliputi Keluarga BCL (Bunga Citra Lestari). Suaminya yang bernama Ashraf Sinclair meninggal dunia pada hari Selasa (18/2/2020) dalam usia 40 tahun yang disebabkan oleh serangan jantung. Kabar duka ini tentu mengejutkan banyak pihak, baik dari pihak keluarga maupun kawan-kawan dan koleganya.

Suami BCL Meninggal

Banyak para artis yang memberikan belasungkawa dan memberikan semangat kepada BCL agar diberikan kesabaran dan ketabahan. Ashraf dilahirkan di London, Inggris, pada 18 September 1979. Ashraf memulai kariernya sebagai aktor Malaysia lalu kemudian Ashraf lebih banyak bermain sinetron di Indonesia.

 

Ashraf menikah dengan penyanyi Bunga Citra Lestari pada 2008 dan dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Noah Sinclair.

 

Ashraf Sinclair meninggal dunia disebabkan serangan jantung mendadak yang tentu saja membuat banyak pihak terkejut karena suami BCL ini diketahui sangat suka berolahraga dan sangat memperhatikan kesehatannya dan menurut keluarga dan kerabatnya, Ashraf tidak memiliki riwayat penyakit apa pun sebelumnya.

 

Jenazah Ashraf dikebumikan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Sejumlah pesohor melayat dan karangan bunga berdatangan. Para pesohor hiburan Indonesia tampak berdatangan untuk melayat jenazah. Mereka adalah Christian Sugiono, Chelsea Islan, Iis Dahlia, Reza Rahadian, Lukman Sardi, Tulus, Maia Estianty dan sejumlah artis lainnya.

 

Kematian adalah suatu hal yang pasti datang yang kita tak tahu kapan akan datang, oleh sebab itu kita harus menyiapkan untuk menyambut hari yang sudah pasti termasuk diantaranya adalah menyiapkan tempat dimana nanti kita akan dimakamkan karena itu akan memudahkan bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.

 

Memilih kavling makam juga harus sesuai syariat Islam karena makam muslim tidak boleh bercampur dengan makam non muslim.

 

BACA JUGA : Harga Pemakaman Muslim Al Azhar

 

Kabar baiknya, kini sudah ada kavling pemakaman muslim al azhar yang terletak di Karawang Timur yang bernama Al Azhar Memorial Garden.

makam al azhar

Al Azhar Memorial Garden adalah pemakaman khusus muslim yang mempunya beberapa kelebihan diantaranya adalah pemakaman dan ziarah 24 jam, sehingga jika ada kedukaan baik pagi, siang mapun malam, AL azhar selalu siap melayaninya.

 

Jika ayah bunda ingin info lebih lanjut tentang pemakaman muslim al azhar, silakan hubungi Oficial Marketing Al Azhar Memorial Garden melalui Telp/WA ke 0856 853 4029 atau klik banner di bawah ini untuk chat via wa

 

al azhar memorial garden

Mempersiapkan Makam Untuk Keluarga

Mempersiapkan Makam Untuk Keluarga

Mempersiapkan Makam Untuk Keluarga sangat penting karena umur kita tidak ada yang mengetahuinya selain Allah SWT. Tak ada seorang pun yang dapat mengetahui kapan kita akan mati. Ketika ajal datang menemui kita, pada umumnya keluarga akan bingung kemana hendak memakamkan, mereka akan meminta bantuan RT, RW, tetangga atau sanak saudara untuk mecarikan makam untuk anggota keluarganya yang meninggal . Alangkah baiknya jika sebelum meninggal kita sudah membuat wasiat hendak dimakamkan dimana serta menyediakan lahan makam yang akan diwasiatkan kepada keluarga yang ditinggalkan.

 

Berikut ini tips-tips untuk mempersiapkan makam untuk keluarga:

•    Mempersiap Lahan Makam Sebelum Meninggal

•    Pilihlah Lahan Makam yang Memenuhi Syariat Pemakaman

Setelah kita mengetahui syariat pemakaman termasuk makna berziarah, hendaknya mulai memilih lahan makam yang memenuhi syariat pemakaman seperti :

  • Makam muslim tidak boleh bercampur dengan makam non musliM
  • Makam harus menghadap kiblat
  • Makam harus sederhana dan hanya terdiri dari gundukan tanah serta tidak boleh dibangun apapun di atas makam tersebut
  • Makam harus mempunyai kedalaman 1,5 m agar terhindar dari fitnah kubur dan tidak tercium oleh binatang buas
  • Boleh meletakkan batu nisan sebagai penanda agar mudah saat keluarga berziarah
  • Memilih lahan makam yang memudahkan keluarga untuk berziarah dengan khidmat dan tidak ada ganggungan dari pihak luar
  • Mempersiapkan Makam Orangtua Agar Memudahkan untuk Berziarah

 

Agar amal bakti tidak terputus meski orangtua sudah meninggal dunia, Mempersiapkan Makam Untuk keluarga terutama orangtua ditempat yang memudahkan Anda berziarah dengankhusyuk dan khidmat. Pilih lahan pemakaman yang memungkinkan Anda untuk berdoa dan bertafakur tanpa gangguan. Ajarkan kepada anak-anak Anda kebiasaan ziarah kubur sebagai salah satu tradisi keluarga dengan mengajak mereka berziarah ke makam orangtua Anda

•    Pilih Makam yang Bebas Biaya Sewa Tahunan dan Biaya Perawatan Harian

Untuk memudahkan perawatan makam serta agar makam tidak ditumpuk hanya karena Anda lupa membayar biaya sewa makam tahunan, baiknya Anda membeli makam yang bersertifikat dengan biaya perawatan sepanjang masa.

•    Hindari Tabzir dan Israf dalam Pemakaman dengan Berkonsultasi dengan Ahlinya

Membeli makam sesuai dengan fungsi dan kemampuan Anda, akan membuat Anda terhindar dari tabzir dan israf. Diskusikan dengan ulama atau mereka yang mengetahui mengenai takaran tabzir dan israf sebelum Anda memutuskan membeli makam.

 

BACA JUGA : Kavling Pemakaman di Al Azhar Memorial Garden

 

Al Azhar Memorial Garden

Pemakaman Muslim di Al Azhar Memorial Garden dibuat dengan konsep taman yang indah agar para peziarah dapat mengingat kematian. Lingkungan yang bersih, asri dan tertata rapi merupakan perwujudan dari karakter Islam yang penuh kesederhanaan dan kesucian.

 

Al Azhar Memorial Garden terletak di Karawang Timur dengan Luas 25 hektar dan bebas biaya perawatan rumput selamanya.

 

Al Azhar Memorial Garden bebas biaya perawatan rumput sepanjang masa agar makam keluarga anda tidak ditumpuk dan tidak hilang.

 

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Mempersiapkan Makam Untuk Keluarga. Bagi Ayah Bunda yang berminat dan ingin survey silakan hubungi Official Marketing kami melalui telp/wa di 0856-853-4029 atau bisa juga klik banner dibawah ini untuk chat via wa.

 

Mempersiapkan Makam Untuk Keluarga

Pentingnya Berziarah Kubur

Pentingnya Berziarah Kubur

Pentingnya berziarah kubur karena kita semua pasti akan mati. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan (QS. Al Ankabut ayat 57). Begitulah firman Allah dalam Al Qur’an agar kita selalu mengingat kematian.

al azhar memorial garden

 

Pemakaman sering dianggap orang hanya sebagai tempat peristirahatan terakhir dan hanya sebagai tempat menguburkan jenazah, padahal Islam memandang serius masalah ini.

Ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa membuat makam dan memakamkan jenazah yang merupakan fardhu kifayah memiliki tata cara dan aturan yang terkandung di dalam syariat pemakaman. Meski manusia sudah meninggal dunia dan meninggalkan alam fana ini, namun jenazah tetaplah harus dianggap sebagai manusia yang memiliki derajat mulia sehingga harus diperlakukan sebagaimana ketika mereka masih hidup. Dalam Syariat Islam, pemakaman ditujukan untuk menghormati jenazah sebagaimana semasa mereka masih hidup.

Begitu pentingnya berziarah kubur karena salah satu syariat pemakaman dalam Islam adalah bahwa makam muslim tidak boleh bercampur dengan makam non muslim, makam tidak boleh dilangkahi, diduduki apalagi diinjak-injak dan juga tidak boleh ditinggikan serta tidak boleh dihias dengan apapun.

Rasulullah mengimbau umatnya agar ziarah kubur agar mereka ingat dengan kematian dan ingat dengan akhirat. Hakikat pemakaman pada umumnya ada dua yakni menguburkan jenazah dengan hormat dan membantu orang yang masih hidup untuk mengingat kematian. Ada makna dakwah dan edukasi di balik sebuah prosesi pemakaman.

Dengan kita ziarah kubur dapat membuat para peziarah menitikkan air mata dan bisa membuat hati mereka menjadi lembut. Dengan berziarah kubur akan membuat keluarga yang sudah ditinggalkan bersikap merasa cukup dan lebih bersyukur. Tentu saja diharapkan akan dapat menambah rasa takut kepada Allah SWT sang Pemilik Alam Semesta. Berziarah kubur diharapkan bisa mengenang jasa-jasa orang yang sudah dimakamkan.

“Rasulullah Saw, beliau bersabda: Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap Jumat sekali, maka Allah akan mengampuninya dan mencatatnya sebagai anak yang berbakti” (HR al-Thabrani).

 

Namun kondisi pemakaman di Jakarta yang sudah penuh sehingga orang terpaksa harus menginjak makam jika ingin menguburkan jenazah, itupun harus ditumpuk dengan sanak saudarannya.

 

BACA JUGA : Kavling Makam Al Azhar

Al Azhar Memorial Garden

Pemakaman Muslim di Al Azhar Memorial Garden dibuat dengan konsep taman yang indah agar para peziarah dapat mengingat kematian. Lingkungan yang bersih, asri dan tertata rapi merupakan perwujudan dari karakter Islam yang penuh kesederhanaan dan kesucian.

 

Al Azhar Memorial Garden terletak di Karawang Timur dengan Luas 25 hektar dan bebas biaya perawatan rumput selamanya.

 

Bagi Ayah Bunda yang berminat dan ingin survey silakan hubungi Official Marketing kami melalui telp/wa di 0856-853-4029 atau bisa juga klik banner dibawah ini untuk chat via wa.

 

al azhar memorial garden

Hidup Yang Singkat

Ahad, 5 Mei 2019 terdengar berita duka. Seorang kawan telah dipanggil kembali kepada-Nya dalam usia 35 tahun bertepatan dengan hari lahirku ke-42. Usianya lebih muda 7 tahun tapi Dia telah memanggilnya kembali.Padahal semua umat muslim sedang bersiap2 untuk melaksanakan tarawih pertamanya karena bulan ramadhan baru saja tiba.Innalillahi wa Innalillahirojiun.
Telah berpulang kerohmatullah *Kunta bin Imam Sutarjo*.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa almarhum dan keluarganya diberi kesabaran. AamiinAda 2 nikmat yang sering manusia lupa:
1. Nikmat Luang
Ketika manusia masih mempunya waktu luang terkadang lupa bahwa kematian tidak mengenal umur hingga dia menghabiskan waktu luangnya tanpa meningkatkan ibadahnya kepada Sang Maha PenciptaSemoga kita semua dapat memanfaatkan kedua nikmat ini dengan sebaik-baiknya dan kita beribadah di bulan Ramadhan ini dengan ibadah yang lebih baik dari tahun kemarin. AamiinEndang Sukmawijaya
Official Marketing Al-Azhar Memorial Garden

TYPE MAKAM AL AZHAR

Apakah Orang Meninggal Itu Sadar Bahwa Dirinya Sudah Mati ?

Apakah Orang Meninggal Itu Sadar Bahwa Dirinya Sudah Mati ?

Orang yang mati awalnya tidak menyadari bahwa dirinya mati. Dia merasa dirinya sedang bermimpi mati. Dia melihat dirinya ditangisi, dimandikan, dikafani, disholati hingga diturunkan ke dalam kubur. Dia merasa dirinya sedang bermimpi saat dirinya ditimbun tanah. Dia berteriak-teriak tapi tidak ada yang mendengar teriakannya.

Beberapa waktu kemudian, saat semua sudah pulang meninggalkannya sendirian di bawah tanah. Allah kembalikan ruhnya. Dia membuka mata, dan terbangun dari “mimpi” buruknya. Dia senang dan bersyukur, bahwa ternyata apa yang dia alami hanyalah sebuah mimpi buruk, dan kini dia sudah bangun dari tidurnya. Kemudian dia meraba badannya yang hanya diselimuti kain sambil bertanya kaget, “Dimana bajuku ? Kemana celanaku?” Lalu dia meraba sekelilingnya yang berupa tanah “Dimanakah aku ?”
“Tempat apa ini ? Kenapa bau tanah dan lumpur ?”

Kemudian dia mulai menyadari bahwa dia ada di bawah tanah, dan sebenarnya apa yang dialaminya bukanlah mimpi!
Ya, dia sadar bahwa dirinya benar-benar telah mati. Berteriak lah dia sekeras-kerasnya, mmanggil orang-orang terdekatnya yang dianggap bisa menyelamatkannya 7. “Ibuuuuu….!!!!“Ayaaaaaah…!!!!”
“Kakeeeeek!!!”
“Neneeeek!!”
“Kakaaaaak!!!”
“Sahabaaaat!!!”

Tidak ada seorangpun yg menjawab. Dia yang selama ini lupa pada Allah-pun ingat bahwa ALLAH adalah satu-satunya-nya harapan.

Menangis-lah dia sambil meminta ampun, “Ya, Allaaaaah…. Ya Allaaaaaah…. Ampuni aku ya Allaaaaah….!!!”
Dia berteriak dalam ketakutan yang luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya sepanjang hidupnya. Jika dia orang baik, maka muncullah 2 malaikat dengan wajah tersenyum akan mendudukannya & menenangkannya, menghiburnya dan melayaninya dengan pelayanan yang terbaik. Jika dia orang buruk, maka 2 malaikat akan menambah ketakutannya dan akan menyiksanya sesuai keburukannya. Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.

Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : “Tiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat dari pada Al-Qur’an. Bukan Nabi, bukan Malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).”

Al-Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang mati/meninggal dunia, ketika orang-orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba-tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 Malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab. Tetapi si tampan itu berkata : ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimana-pun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian.

Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.” Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata, “Aku adalah Al-qur’an yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakirini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

Setelah para Malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la (Himpunan Fadhilah Amal :609)
Allahu Akbar, selalu saja ada getaran harus selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Qur’an akan menuntut kita. Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Qur’an adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah Subhanahuwa Ta’ala.

Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa Ibu Bapakku, keluargaku, saudaraku dan seluruh kaum Muslimin, Ya Allah, jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SurgaMu. Aamiin. Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan :
(1). Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini.
(2). Membagikan pengetahuan inikesemua temanmu , insya Allah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin.

Siapakah sahabatku selama di alam kubur dialah AL-QUR’ANNULKARIM.

Mari kita kaji bersama Kitabulloh Al-Qur’an dengan sabar dan ikhlas karena Allah SWT.

Kekuatan Pikiran

Kekuatan Pikiran

Suatu hari, Rasulullah saw menjenguk seseorang yang sedang sakit demam. Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut.

Beliau bersabda,
“Semoga penyakitmu ini menjadi penghapus dosamu”.

Orang itu menjawab,
_”Tapi ini adalah demam yang mendidih, yang jika menimpa orangtua yang sudah renta, bisa menyeretnya ke lubang kubur”._

Mendengar keluhan orang itu, Rasulullah saw bersabda :
_‘Kalau demikian anggapanmu, maka akan begitulah jadinya’._
(HR. Ibnu Majah)

Sungguh indah apa yang disabdakan Rasulullah saw.

*Perhatikan pesan-pesan Rasulullah berikut ini :*

_”Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya”_
(HR. at-Tirmidzi)

Salah satu kebahagiaan seseorang adalah _*keridhaannya menerima keputusan ALLAH SWT.*_
(HR. Ahmad)

Jika kita memikirkan bahagia, maka kita akan bahagia.

Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih.

Jika kita berpikiran gagal, kita menjadi gagal

Jika kita berpikiran SUKSES, maka kita niscaya SUKSES.

*Jika kita berpikiran MENANG, kita juga menjadi PEMENANG.*

Inilah, The Law of Attraction Hukum Tarik Menarik, *merupakan Sunnatullah* yang berlaku di alam semesta.

_You are what you think._
Anda adalah apa yang Anda pikirkan.

*Selalulah berpikir yang positif* dan jangan pernah biarkan pikiran negatif membelenggu otak dan kehidupan kita.

Tugas kita hanya 2, yaitu : *Berusaha optimal dan berdoa.*
Sedangkan selanjutnya itu kuasa ALLAH SWT.

Nabi SAW bersabda :
“Ketika seorang hamba berkata, *Laa Haula Wa Laa Quwwata Ila Billah*, maka ALLAH berfirman, “Lihatlah (hai para malaikat), orang ini telah menyerahkan urusannya kepadaKu”.
(HR. Ahmad).

*SELAMAT BERJUANG IKHWAHFILLAH*

_Selamat Menjemput Takdir Kemenangan_

Jangan Merendahkan Pelaku Maksiat

Jangan Merendahkan Pelaku Maksiat

Akhlaq para shalihin rahimahumullah adalah berbelas kasih kepada pelaku dosa dan tidak merendahkannya. Mutharrif bin Abdillah ra. berkata:

*ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺠﺪ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻪ ﺭﺣﻤﺔ ﻟﻠﻌﺼﺎﺓ ﻓﻠﻴﺪﻉ ﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﺍﻟﻤﻐﻔﺮﺓ ﻓﺈﻥ ﻣﻦ ﺍﺧﻼﻕ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺍﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﻟﻤﻦ ﻓﻲ ﺍﻻﺭﺽ*

_Barang siapa yang tidak menemukan pada dirinya sifat belas kasih kepada pendosa, maka hendaklah dia mendoakan mereka supaya bertaubat dan diberi ampunan. Sungguh sebagian dari akhlaq malaikat adalah memintakan ampunan kepada penduduk bumi_

Waliyullah Syaqiq Az Zahid ra. berkata:

*ﺍﺫﺍ ﺫﻛﺮﺕ ﺭﺟﻞ ﺍﻟﺴﻮﺀ ﻓﻠﻢ ﺗﻬﺘﻢ ﻟﻪ ﺗﺮﺣﻤﺎ ﻓﺄﻧﺖ ﺃﺳﻮﺃ ﻣﻨﻪ*

_Jika dirimu menyebut laki-laki buruk (kelakuannya), kemudian kamu tidak merasa iba karena rahmat padanya, maka kamu lebih buruk darinya_

Diriwayatkan dari Nabi Isa ‘alaihissalam, beliau berkata:

*ﻻ ﺗﻨﻈﺮﻭﺍ ﺍﻟﻰ ﻋﻴﻮﺏ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻛﺄﻧﻜﻢ ﺃﺭﺑﺎﺏ ﻭﺍﻧﻈﺮﻭﺍ ﺍﻟﻴﻬﺎ ﻛﺄﻧﻜﻢ ﻋﺒﻴﺪ ﻭﺍﺭﺣﻤﻮﺍ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺒﻼﺀ*

_Janganlah kalian memandang cacat-cacat manusia seakan-akan kalian adalah sang pemilik (pemilik budak), tetapi lihatlah mereka seakan-akan kalian adalah hamba sahaya. Berbelas kasihlah kepada mereka yang mendapatkan ujian (dosa)_

Pernah ada kisah dimana waliyullah yang populer, Imam Ma’ruf al Karkhi ra., diminta supaya mendoakan buruk (supaya tenggelam) orang-orang yang minum khamer dan asyik bergembira dengan menyanyi dan berjoget di atas kapal. Beliau justru berdoa:

*ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻛﻤﺎ ﻓﺮﺣﺘﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﻔﺮﺣﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻵﺧﺮﺓ*

_Ya Allah, sebagaimana Engkau telah buat gembira mereka di dunia, buatlah gembira mereka di akhirat_.

Syaikh Abdul Wahhab asy-Sya’roni ra. dalam kitabnya, Tanbihul Mughtarrin berkisah, akhlaq para shalihin rahimahumullah adalah berbelas kasih kepada pelaku dosa dan tidak merendahkannya.

Syaikh Abdul Wahhab asy-Sya’roni ra.dalam kitabnya, Tanbihul Mughtarrin

*‎يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق*

_Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh…_

_Aamiiiiiin_

Oleh-oleh Catatan Berkunjung Ke Taman Pemakaman Al Azhar Memorial Garden

Oleh² catatan berkunjung ke Taman Pemakaman Al Azhar Memorial Garden-AAMG
Ahad, 3 Februari 2019

Difasilitasi secara penuh oleh pengelola AAMG, Ketua UPSK – Unit Pelayanan Sosial Kematian RW 09 dan pengurusnya, beserta pengurus masjid Al Muhajirin Pondok Kopi Jakarta, diundang datang berkunjung ke lokasi AAMG, di Kerawang Timur. Dalam kondisi tidak macet, perjalanan melalui toll Cikampek ditempuh kurang lebih satu jam.

Luar biasa, gambaran tentang kuburan yang selama ini ada di mindset sementara orang, bahwa kuburan itu seram, menakutkan dan selalu menjadi setting-an dan background pembuatan film horor, gugur semua setelah berkunjung ke AAMG.

Pintu gerbang yang gagah, terkesan mewah menyambut kami. Kantor administrasi seperti lobby hotel berbintang, nyaman dan lega, sofa empuk dengan petugas²nya yang berpenampilan rapi dan ramah. Kopi panas, teh hangat, air mineral tersedia dan tinggal kita tuang.
Konotasi bahwa kantor sekretariat pemakaman itu identik dengan ruang sempit, pengap dan panas, kursi dengan cover kulit imitasi yang terkelupas disana sini, dijejali keranda mayat di pojokan, semua hilang. Pokoknya kantor AAMG ini sangat berbeda dengan bayangan ruang sekretariat pemakaman yang berbedak debu tebal, berkipas angin dengan bunyi kriet kriet seperti hantu bersiul itu.

Ketika kami diajak meninjau lapangan, ke lokasi pemakaman, apabila kita berharap akan melihat ada sepasang mata merah yang tajam, diam² mengawasi kita dari sebuah pojok makam yang gelap dan rimbun, atau dari sebalik bangunan tembok yang terkelupas acian semennya dan terlihat batu batanya…. kita harus segera bangun dari tidur kita, dan segera menghapus bayangan kuno kita. Kita terlalu banyak membaca komik bergenre Beranak dalam kubur atau nonton acara uji nyali dan keseringan membayangkan film horor Suster Sexy Ngesot di kuburan Jeruk Purut. Jangan sesekali membayangkan ekor mata kita menangkap bayangan pocong melintas cepat dengan suara mengikiknya nenek Lampir. Itu jadi Hoax disini.

Sangat menarik, konsep pemakaman dengan taman yang lengkap, komplit bahkan terkesan mewah. Kerapian tata letak elemen makam, keindahan pepohonan dan kembang², kenyamanan mata saat berkunjung kesini, semua menghapus dan membuang bayangan kuburan yang seram, magis dan horor, semua itu tidak berlaku untuk Taman Pemakaman sekaliber Al Azhar Memorial Garden.

Arsitektur dengan sentuhan design art yang berkelas. Semua tertata dengan rapi, diseling taman pepohonan yang indah, cantik, bersih, pathways yang lega dan nyaman. Jalan utama masuk ke lokasi yang lebar, kanan kiri berjejer gagah pohon Ki Hujan yang rimbun dan menjulang ke langit. Saat menuju ke titik² lokasi pemakaman, jalannya dicover paving porselen yang cantik, at least disemen rapih bahkan berpola, layoutnya didesign dengan menghindari pengunjung atau peziarah agar tidak menginjak rumput di atas kuburan, tidak melangkahi kuburan, tindakan yang hukumnya haram dilakukan.

Di pojok² area per blok makam, dipasang irrigation sprinkler, dengan air yang setia dan rutin menyirami hamparan rumput di atas makam. Hijaunya terjaga. Pemilihan pohon² beringin Korea yang dikonsep bonsai, pemilihan tanaman bunga tropis yang dijadikan tanaman hias, menunjukkan ahli taman spesialis bunga tropis dilibatkan disini.

Bahwa tidak hanya di perumahan yang ada stratanya, ada rumah type standart, menengah dan kelas mewah, di AAMG-pun ada kastanya. Dari kelas single standart paling bawah, sampai kelas king royal termegah, semua tersedia disini. Kavling untuk kelas atas dapat dilihat dari bangunan² tambahan di sekitar pemakaman, ada pagar dari batu granit, ada Gazebo dengan cita rasa Timur Tengah, cakupan luas kavlingpun sedikit lebih besar. Bahwa hukum ekonominya untuk rumah hunian jasad yang ditinggal pergi arwahnya (lugasnya : hunian orang mati) ini, tetap mengikuti hukumnya manusia yang masih hidup, ada kwalitas berarti ada tuntutan dana yang lebih. Semua menawan, tinggal men-challence dana yang kita punya.

Namun yang pasti, segmen marketnya AAMG bukan diperuntukan untuk kaum proletar atau kaum marginal, bukan untuk saudara² kita yang berjuang untuk hidup saja sudah setengah mati, mana mau mikirin mati, jelas bukan untuk kelas grass root.

Ternyata slogan bahwa hidup adalah sebuah pilihan, berlaku juga untuk orang yang sudah mati.
Saya jadi teringat ironinya orang² Pondok Kopi, Pondok Kelapa dan sekitarnya. Selama ini hidup selalu berdampingan dengan TPU Pondok Kelapa dan Tanah Merah, tanpa pernah bentrok dengan penghuninya, damai kompak bertetangga meski berbeda alam. Giliran orang Pondok Kopi mau pindah bergabung menjadi penghuni TPU itu, jasadnya ditolak, karena quota sudah penuh.

Maka akhir² ini modus pemakaman keluarga Pondok Kopi ada beberapa alternatif :

1. Jenazah ditumpuk dengan saudara yang sudah dimakamkan di TPU Pondok Kelapa dan disekitarnya. Syaratnya jeda waktu lebih dari dua tahun, dan harus sedikit mengabaikan fatwa MUI (?) yang mengharamkan penumpukan makam.

2. Memilih TPU Pondok Rangon, dengan resiko lokasi yang jauh, bercampur dengan makam² orang yang tidak dikenal riwayat hidupnya, dengan makam terorist yang ditolak dimakamkan di suatu tempat, maaf mungkin ini salah, tapi kesannya TPU Pondok Rangon adalah pemakaman buangan.

3. Jenazah dibawa pulang ke tanah kelahiran, dimakamkan di bumi dimana ari2nya jenazah itu dulu ditanam.

4. Dimakamkan di AAMG. Bagi yang sudah memiliki sertifikat AAMG tinggal menelpon, mudah dan simpel. Bagi yang belum terdaftar, bisa mendadak menghubungi AAMG, tentu sedikit repot dan costly. Tinggal menghitung power saldo kita.

Untuk jelasnya, Ahad 10 Februari AAMG akan presentasi di masjid Al Muhajirin selepas subuh. Silahkan mengeksplore dari nara sumber yang akan menyampaikan informasi tentang AAMG, pastinya semacam Marketing yang akan dibawakan oleh tim Al Azhar.
Jangan berharap bahwa AAMG adalah lembaga sosial, sosialnya ada, syar’inya ada, tapi bisnisnya juga gede. AAMG adalah sebuah alternatif yang indah menawan, tapi membuat berdarah saldo tabungan kita, harganya termasuk menyakitkan bagi sementara orang.

*Catatan² tentang AAMG :*

• Slogannya cakep betul, *_Kebutuhan untuk yang hidup, penghargaan untuk yang meninggal dunia_*,

• Orang yang sudah melunasi pembelian kavling di AAMG, tidak ada yang mau buru2 menempati. Sangat berbeda dengan membeli apartemen, baru membayar tanda jadi, maunya buru2 menempati.

 

Pertolongan Allah Pasti Datang

“Assalamualaikum, Pak. Maaf, saya mau minta tolong carikan tukang kunci. Kunci motor saya terjebak di bagasinya.”

“Siap bu.”

Dan tidak sampai setengah jam, datanglah dua orang lelaki yang satu pakai motor, satunya lagi dengan becak.

Yang naik motor, itu tukang kunci.
Yang naik becak itu Pak Khalid, orang yang saya mintai tolong tadi.

Pak Khalid itu tukang becak istimewa. Usianya sekitar 45-50 tahunan lah. Perawakannya kecil tapi gesit. Sehari-hari mangkal di depan RSUD Indramayu. Tapi pekerjaannya gak hanya nge-becak, apa saja dilakoni. Mengurus bpjs atau persyaratan pasien RSUD, cabut rumput, bahkan saya minta tolong beliin gas dan cari tukang kunci ini. Katanya, “apa saja Bu yang penting halal.”

Kalau sudah bertemu beliau, harus menyiapkan waktu lebih karena beliau akan bercerita tentang anaknya. Bertemu di mana pun dan kapan pun. Dengan cerita yang sama. Kalaupun ada lebihnya sedikit saja tentang info terbaru.😊😊

Tapi saya gak bosan juga dengarnya. Bagi saya itu adalah kebahagiaan dan kebanggaan yang dirasakan oleh seorang orang tua terhadap keberhasilan anaknya. Apalagi statusnya hanya sebagai tukang becak. Saya kagum makanya saya tulis, agar teman-teman juga merasakannya.

Anaknya seorang hafidz Alquran. Diterima di PTN ternama di Bandung melalui bidik misi. Bingung saat anaknya minta kuliah, tambah bingung lagi saat anaknya diterima.

Tapi MasyaAllah, kemudahan itu selalu datang untuk mereka. Ada yang memberi laptop, ada juga yang memberi biaya pengurusan dan ongkos bolak-balik Indramayu-Bandung. Sekarang tinggal gratis di asrama juga menerima beasiswa hingga biaya hidup. Beberapa waktu lalu kabarnya menang lomba karya tulis, saya lupa dapat hadiahnya apa Ternyata sejak SMP, anak itu sudah menerima beasiswa.

Begitu pula dengan tempat tinggalnya. Beliau bisa punya rumah masih kisaran kota dan di tepi jalan yang memungkinkan masuk mobil katanya (bukan di gang sempit). Didapatkannya pun dengan pertolongan Allah.

Siapa yang tak merinding mendengarnya?
Walaupun butuh usaha keras buat saya mencerna kata-katanya, karena beliau menggunakan campuran bahasa daerah dan bicaranya cepat.😁

Tapi saya yakin, dibalik keberhasilan anaknya pasti ada peran mereka sebagai orang tua. Setelah ngobrol panjang lebar, saya menyimpulkan : MEREKA DITOLONG ALLAH KARENA MEREKA MENJAGA ALLAH.

Menjaga kejujuran terhadap amanah apapun yang diberikan oleh orang, istrinya tidak pernah ngerumpi dengan tetangga, tidak diijinkan juga kredit barang (Prinsipnya: biar miskin asal jangan hutang), mengajarkan aqidah yang baik dan mendekatkan anak-anaknya dengan Alquran.

MasyaAllah.

Mengingatkan saya kembali untuk :
💝💝💝Menjaga Allah dalam keluarga saya, agar Allah juga menjaga dan mengurus kami.
Innallaha ma’ana.💝💝💝

Indramayu, di pagi yang terguyur hujan, 29 Januari 2019.

#NoPictNoHoax ya✌️😁

Kisah Semut Membawa Setetes Air Untuk Memadamkan Api Yang Membakar Nabi Ibrahim

SRIPOKU.COM – Seperti yang sering kita dengar dari para ulama dan juga dari buku, kita ketahui bahwa Nabi Ibrahim diselamatkan Allah SWT ketika dibakar dalam gunung api oleh Raja Namrud.

Bukannya kepanasan, ketika itu Nabi Ibrahim malah menggigil kedinginan sehabis dibakar.

Ketika Raja Namrud memerintahkan pasukannya untuk membakar Nabi Ibrahim, seekor semut mendengar kabar itu. Semut itu kemudian berpikir bagaimana caranya menyelamatkan Nabi Ibrahim meski ia bertubuh kecil.

Karena punya tekad tak boleh berdiam diri, si semut pun membuat bejana dari kayu kecil, lalu pergi ke danau sambil membawa bejana tersebut untuk membawa setetes air yang akan ia gunakan untuk menolong Nabi Ibrahim yang hendak dibakar Raja Namrud.

Dalam perjalanan, si semut bertemu dengan seekor gagak. Gagak itu kemudian bertanya kepada si semut:

Gagak: “Apa yang kamu pikul itu sampai kau begitu payah membawanya?”

Semut: “Aku membawa bejana berisi air.”

Gagak: “Untuk apa air itu?”

Semut: “Tidakkah kamu mendengar kalau Namrud akan membakar Nabi Ibrahim? Aku ingin membantu memadamkan api Namrud yang membakar Nabi Ibrahim.”

Gagak: “Apakah kamu merasa yakin bisa memadamkan api besar Namrud dengan setetes air itu?”

Semut: “Aku tahu setetes air yang ku bawa tidak akan bisa memadamkan api besar Namrud, tetapi dengan ini aku bisa memastikan di pihak manakah aku berada (di pihak Allah).”

Singkat cerita, si gagak pergi begitu saja sambil mencemooh si semut. Sementara si semut tetap pergi ke tempat Ibrahim akan dibakar dengan tekad yang kuat.

Meski cerita semut membawa setetes air ini tidak ada dalam Alquran atau hadis, tapi kita bisa mengambil banyak hikmah dari kisah ini.

Semut itu tahu setetes air tidak akan mampu memadamkan api besar, tapi semut itu tahu kalau Allah selalu menilai hambanya yang melakukan kebaikan walau sangat kecil.

Semut itu ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah makhluk yang beriman di hadapan Allah dengan membantu kekasih Allah, Nabi Ibrahim.

Si semut ingin melakukan kebaikan sesuai kemampuannya. Tak peduli meski ada yang mencemoohnya, si semut melakukan kebaikan dengan niat tulus karena ingin dinilai Allah bukan oleh makhluk. Oleh sebab itu si semut tak mundur meski dicemooh oleh si gagak.

lihatlah pedoman hidup sang semut! Apakah dia terlihat gagah, atau tampak konyol dengan apa yang dia perbuat? Tidakkah kita malu dengan sang semut yang dengan tenaga kecilnya masih semangat untuk membela Allah dan Rasulnya, sedangkan kita hanya duduk bisu dan bahkan mencemoh para penuntut keadilan untuk agama Allah seperti yang dilakukan gagak di atas.

Lantas apa yang akan kita pertanggung jawabkan nanti di hari penghitungan. ketika muslim diluar sana berjuang mati-matian menuntut si penghina agama agar diadili dengan menjalani berbagai prosedur yang baik, kemudian kita hanya berkoar-koar agar tidak perlulah dipermasalhkan.

Paling tidak kita harus membantu semampu kita, bukan lantas menggembosi yang bersemangat. Dan yang terakhir janganlah menjadi penolong bagi orang-orang yang menghina dan melecehkan agama Allah!!!!

Penulis: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post

https://palembang.tribunnews.com/amp/2017/11/05/kisah-semut-membawa-setetes-air-untuk-memadamkan-api-yang-membakar-nabi-ibrahim

error: Content is protected !!