Lahirnya Ulama-ulama Muda Indonesia

Lahirnya Ulama-Ulama Muda Indonesia

Namanya Basyir asal Indonesia.
Berhasil menghafal 1682 hadist, jilid 3 kitab jam’u Shahihain, di Masjid
Nabawi dengan waktu 7 hari dari target 14 hari.
Tapi sayangnya media mainstream enggan mengabarkannya

Namanya Basyir putra Bu Wiwi, Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS
Masya alloh..

10 tahun lagi, (insya Alloh) menjadi Ulama besar Indonesia..
Hafal Alquran saat kelas 6 SD
Kini sudah menguasai banyak kitab diantaranya bulughulmarom
juara 1 MTQ nasional cabang 30 juz dan tafsir bahasa Arab
Sekarang sedang di madinah untuk menguasai Shohih Bukhori Muslim
Daya serap otaknya dahsyat (sebulan bisa menghafal 1000 hadits)

Semoga dijaga Alloh selalu. Aamiin

#AyoLebihBaik#

Gadis itu bernama wafa

2⃣0⃣0⃣1⃣1⃣
🌤 _*Kisah Islami*_

🍃🌺 _*GADIS ITU BERNAMA “WAFA”*_

🕋🌴🐪🕋🌴🐪🕋🌴🐪

🍃🌺 _Gadis itu *bernama Wafa.* Wafa adalah seorang gadis kecil berusia sekitar 9 tahun. Saat ini, dia bersekolah di *Albany Rise Primary School, Melbourne, Australia.* Seperti anak-anak seusianya, Wafa juga masih didominasi sifat kekanak-kanakan. Namun di balik itu semua, ada yang istimewa pada gadis kecil ini. Dia satu-satunya murid di sekolahnya yang mengenakan jilbab. *Padahal Wafa bersekolah di public school, bukan di sekolah Islami.* Tak ada paksaan dari orang tuanya untuk mengenakan jilbab._

🍃🌺 _*Meski berada di lingkungan asing, dengan resiko akan ‘diasingkan’ oleh teman-temannya, dia tetap tidak peduli dan kokoh dengan pendiriannya.* Suatu hari, Australia sedang dilanda heatwave. Waktu itu suhu bisa mencapai 40 derajat celcius. Karena kasihan, guru Wafa memintanya untuk membuka jilbab agar tidak terlalu kepanasan._

🍃🌺 _Namun dengan tenang Wafa menjawab, *“Its okay, Miss. I’m alright,” (Tidak apa-apa Bu, aku baik-baik saja)*_

🍃🌺 _*Sang guru pun sampai menyampaikan kekaguman atas kegigihan Wafa.* Di kesempatan lain, Wafa ditanya oleh beberapa temannya._

🍃🌺 _*“Why do you wear that thing on your head?” ( Mengapa kau memakai itu dikepalamu?)*_

🍃🌺 _Dengan percaya diri sebagai seorang muslim, dia menjawab, *“Because I’m muslim,”* (Karena aku seorang muslim)._

🍃🌺 _Sang teman rupanya masih penasaran dan bertanya lagi, *“But what you’re wearing that for?” (Tapi untuk apa kamu mengenakan itu?)*_

🍃🌺 _Kembali dengan kepercayaan diri yang tinggi, Wafa menjawab, *”Well, because I’m muslim girl and all muslim girls are not allowed to show their hair to other people, besides their own family.” (Ya, karena aku seorang muslimah dan semua muslimah tidak boleh menunjukan rambut (aurat) mereka ke orang lain, terkecuali keluarga mereka sendiri).*_

🍃🌺 _*Bisa kita bayangkan betapa takjubnya teman-teman Wafa ketika mendengar jawaban ini yang sangat berpegang teguh dan paham akan agamanya di umurnya yang masih belia.*_

🍃🌺 _*Entah bagaimana caranya gadis kecil ini memiliki kepercayaan diri dan kebanggaan sebagai seorang muslim. Biasanya anak seusianya sangat takut dianggap berbeda dari teman-temannya.* Akan tetapi tidak untuk Wafa. Dia sangat percaya diri dan bangga dengan identitasnya sebagai seorang muslim. Tempat yang asing bagi dirinya pun semakin menempanya untuk tetap bangga sebagai seorang muslim. *Kegigihan Wafa ini rupanya juga diperhatikan oleh guru-gurunya. Dia pun terpilih sebagai student of the week (pelajar terbaik) di minggu pertama dia masuk ke sekolah tersebut.*_

⭐⭐⭐⭐⭐

🍃🌺 _Kisah tentang Wafa yang dikutip dari buku *Character Building,* karangan *Yudha Kurniawan SP dan Ir Tri Puji Hindarsih* tersebut sungguh menginspirasi kita *bahwa identitas sebagai seorang muslim adalah suatu kebanggaan.*_

🍃🌺 _*Di negeri yang mayoritas non muslim, Wafa mampu menunjukkan kebanggan tersebut.* *Sungguh ironis jika di negeri yang mayoritas muslim ini, kita justru malu menunjukkan identitas diri kita sebagai seorang muslim.* Wafa juga memberi pelajaran pada kita bahwa usia yang masih dini bukanlah halangan untuk menanamkan rasa bangga sebagai seorang muslim kepada anak._

■ https://www.facebook.com/islampos.global.media/posts/905969909542324

*^〰🐪🌴🕋🌴🐪〰^*

.

Kata-kata Terakhir

KATA – KATA TERAKHIR

—————————————-

Fatih, 4 tahun, meninggal dunia tersambar mobil didepan rumahnya.
Hal yang terngiang2 oleh mama Fatih saat memandikan si buah hati untuk terakhir kalinya adalah omelannya tadi siang,
“Kamu ini, bisanya bikin berantakan aja! Taunya nangis aja! Mama capek ngurusin kamu!”

Via, 16 tahun, ditemukan meninggal disebuah lahan kosong.
Yang diingat papinya saat memimpin shalat jenazah putrinya adalah bentakan beliau pada Via malam sebelumnya,
“Kok bisa sih papi punya anak sebodoh kamu! Lagi2 ranking terakhir di kelas! Bikin malu keluarga saja kamu ini!”

Pak Burhan, 43 tahun, meninggal di TKP ketika ditusuk begal saat mempertahankan sepeda motornya.
Isterinya mengenang kata2 terakhir yang dilontarkannya pada mendiang suaminya,
“Kayaknya di seluruh kompleks perumahan kita ini, cuma kamu deh suami kere yang gak sanggup beliin istrinya mobil, Mas.”

Bu Anik, 37 tahun, meninggal dunia karena serangan jantung mendadak saat berbelanja di pasar.
Suaminya mencoba melupakan sindiran pedas yang dikatakannya pada sang istri tadi pagi,
“Ngapain sih nitip2 beli martabak? Kamu tuh harusnya ngurangin makan bukannya ngemil melulu. Ngaca dong, badan udah gak ada bentuk gitu!”

Takdir Tuhan tak bisa diintervensi tapi, pilihan kata2 baik maupun buruk yang dirangkai oleh lidah ini, sepenuhnya berada dalam kendali kita.

Renungkan sejenak, bagaimana jika ucapan setajam belati yang menghunjam perasaan orang2 tercinta, ternyata ditakdirkan menjadi kata2 terakhir kita

Learning:
“Ternyata manusia hanya butuh waktu dua tahun utk belajar bicara tetapi,
Butuh waktu bertahun-tahun untuk belajar diam”

#copas
#SelfReminder
Sumber :

Kuasa Allah Menyelamatkan Santri dari Tsunami Selat Sunda

Berikut cerita evakuasi santri dan ustadz dan ustadzah pembimbing program IEP NFBS Serang yang sedang dikarantina (sebelum berangkat ke Turki) di Resort Umbul Tanjung yang posisinya di pinggir pantai.

—————————————-

Ingin sedikit berbagi..🙏
(Ustadzah Ai Nur’aeni, Lc.)

Pada sore hari kemarin, Thalibah sempat menyaksikan dari lantai 2 villa bagaimana anak Gunung Krakatau mengeluarkan api dan lahar nya.. Thalibah sempat khawatir tp kemudian kita melaksanakan aktifitas seperti biasa.. Thalib dan Thalibah terus menyetorkan hafalannya diiringi dg suara dan getaran yg cukup terasa dari anak Gunung Krakatau..

Sekitar pukul 21.30 setelah anak2 selesai aktifitas tahfidz tiba2 kami mendengar suara gemuruh yg sangat besar dan diikuti anak2 Thalib yg berhamburan berlari dari arah villa belakang karena mereka melihat ombak yg besar sudah sampai ke tembok pembatas resort..

Saat itu Thalibah cukup panik.. Dan kami semua berkumpul di mushola resort untuk terus berdzikir dan tetap bertilawah sambil berkoordinasi.. Sampai kemudian pengelola resort menyampaikan mereka siap untuk membantu evakuasi ke daerah yg lebih tinggi dengan menggunakan mobil2 yg ada.. Termasuk mobil tamu yg berniat bermalam villa..

Saat itu kami baru tahu bahwa beberapa ratus meter sebelum Umbul Tanjung dan setelah Umbul Tanjung air meluap kejalanan menghancurkan bangunan yg ada disitu dan ajaibnya air hanya menyentuh pagar batas belakang Villa Umbul Tanjung dan tentunya ini atas kehendak Allah, Allah telah menyelamatkan kami 😭😭😭..

Dan kami pun bisa melalui jalur evakuasi sampai perumahan menduduk dengan aman.. Padahal beberapa meter dari jalur evakuasi jalanan sdh tdk bs dilalui kendaraan.. Dan qadarullah, alhamdulillah jalur evakuasi itu ternyata berakhir di NF.. Walaupun harus melalui jalan terjal, licin karena hujan dan hutan..

Masya Allah, Allah menjaga kami mungkin karena saat itu kami menjaga kalamNya 😭😭😭 ini baru di dunia.. Di akhirat kelak semoga Allah juga akan menjaga siapa saja yg menjaga interaksinya dg Al Qur’an dari api neraka..

Aamiin yaa Robb.. 😭😭😭

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran.. 🙏

Sumber:

https://www.tarbawia.net/2018/12/terjadi-di-bibir-pantai-begini-kuasa.html?m=1

Sunnah Tidak Memakai Sandal Ketika Masuk Pekuburan

Sunnah Tidak Memakai Sandal Ketika Masuk Pekuburan
.
Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari jalan Basyir Ibnu Khashashiyah tatkala beliau berjalan bersama Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seseorang berjalan di pekuburan mengenakan sendal, lalu beliau menegurnya seraya berkata,

يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَّتَيْكَ فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا
.
. “Wahai orang yang memakai sendal, celaka engkau, lepaslah sendalmu! Lalu orang itu melihat, dan tatkala dia mengetahui (bahwa yang menegurnya adalah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dia melepas dan melempar sendalnya.” (HR. Abu Daud: 2/72)

Keterangan:

Hadits ini shahih sebagaimana komentar para pakar hadits berikut: – Al-Hakim mengatakan, “Sanad hadits ini shahih.” Demikian pula Imam adz-Dzahabi menyetujui (perkataan al-Hakim). Hadits ini juga disetujui al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari: 3/160. .
.
– Ibnu Majah mengatakan, “Sanad hadits ini bagus,” dan beliau menukilnya. Dalam Tahdzib as-Sunan: 43/343, Ibnul Qayyim menukil perkataan Imam Ahmad, dia berkata, “Sanad hadits ini bagus.”
.
. – Abu Daud dalam Masa’il-nya mengatakan, “Aku melihat jika Imam Ahmad mengantar jenazah dan telah mendekati pekuburan, beliau segera melepas sendalnya.”
.
. – Imam Nawawi dalam al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab: 5/312 mengatakan, “Sanadnya bagus.” Demikian juga Ibnu Hazm berhujjah (berargumentasi –ed) dengan hadits ini. (al-Muhalla: 5/142–143)

Tentang larangan dalam hadits ini di atas, mayoritas ulama menganggapnya haram. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang mengatakan makruh karena larangan berjalan di pekuburan dengan mengenakan sendal adalah untuk menghormati penghuni kuburan.

Dari keterangan di atas, kita ketahui bahwa hadits larangan memakai sendal ketika berjalan di pekuburan adalah shahih, dan sudah selayaknya kita mengamalkan dan menghidupkan sunnah yang banyak dilupakan ini, walaupun manusia telah meninggalkannya.
.
. 🌐konsultasisyariah
🎨 @ittiba.id @statusnasehat

Selamat Hari Guru

“Suatu ketika, saya melihat dari jauh Kamil sedang duduk bersila di hadapan seorang guru. Tapi entah mengapa, sang guru dengan gerakan tangannya menyuruh Kamil agak menjauh dari hadapannya. Kamil pun menjauh, namun tetap saja sang guru masih menyuruh Kamil mundur dari hadapannya, kali ini tak hanya tangannya membuat isyarat mengusir, namun tangannya juga menutup hidungnya. Dan kali kedua Kamil menjauh, sang guru masih tetap saja meminta Kamil mundur, bahkan kali ini tak hanya memintanya menjauh, namun agak keras menyuruh Kamil untuk pergi dari hadapannya”

Sayapun yang melihat dari kejauhan merasa iba pada Kamil kecil, ketika kelas usai, saya mendekati sang guru dan bertanya “kenapa ustadz dengan Kamil?”

“Mulutnya bau!!!”, kata sang Ustadz
“Apa tidak bisa ustadz dinasehati biasa, atau disuruh sikat gigi?”, ujar saya
“Sampai bosan saya menyuruhnya sikat gigi Pak!”
“Ustadz, bolehkah Kamil saya bawa saja? biar sama saya”

Akhirnya Kamil saya bawa. Benar memang mulutnya kurang sedap baunya, ketika saya lihat mulutnya, giginya tampak kotor. Maka sayapun mengambil sikat gigi, dan saya sikat gigi Kamil. Bukan hanya giginya, lidahnyapun saya sikat. Tak hanya mulut dan lidahnya, kaki Kamil yang korengan bahkan bernanah pun saya rawat. Tiap hari saya ajari dan temani Kamil merawat dirinya. Dan bersama saya ia menghafal Quran.

Tahukah anda siapa kamil?
Kamil berusia 10 tahun, ia seorang anak yatim asal Magelang. Memukau dan seperti menyihir dunia karena kemampuannya menghafal nomor ayat, nomor halaman dari Alquran yang ia hafal selama 6.5 bulan.

Kamil, anak yang terusir karena mulutnya bau itu rupanya Allah pilih untuk mengharumkan nama bangsa.

Dan tahukah anda siapa sosok yang mengasuh Kamil? menyikat giginya, lidahnya, dan merawat luka di kaki Kamil dengan penuh kasih sayang?

Itulah Ustadz Ike Muttaqin, sang guru, sekaligus ayah asuh, sekaligus pembina pesantren tempat Kamil, Ahmad dan 18 anak yatim lainnya menghafal Alquran.

Tanggal 23 November 2018, saya berkesempatan mengunjungi Ustadz Ike, Ahmad dan Kamil di pesantrennya. Dan mengalirlah kisah indah ini.

Bahwa, kasih sayang seorang gurulah yang atas izin Allah bisa mengantarkan Kamil menjadi sekarang.

Seorang guru bukan hanya pengajar, tapi ia datang dengan segenap ruhnya untuk mendampingi dan menumbuhkan bibit yang ia besarkan dengan penuh kasih sayang.

……

“Ahmad, kemana si Ahmad? sudah makan belum?”
Ustadz Ike mencari si Ahmad, santri yatim piatu berusia 4 tahun yang tak ia temukan bersama rombongan Ahmad dan Kamil di ruang makan.

Tiba-tiba ada suara dari dapur “ini buya, Ahmad ada di dapur lagi makan”. Buya adalah panggilan untuk Ustadz Ike.

Lalu dari arah dapur, terlihat seorang anak kecil lucu sekali, dengan mulut menggembung penuh makanan, mendekati Ustadz Ike. Ustadz Ike langsung merendahkan badannya dan merengkuh si Ahmad, membawanya dalam pelukannya dan mencium dahi, mata, serta pipi kanan kiri Ahmad.

“Sudah berapa sendok madunya, sudah berapa butir telur sarapannya?”, ujarnya sambil menatap Ahmad. Dari matanya saya tau itu tatapan teduh seorang ayah. Bukan saja sebagai seorang guru.

Saya berkaca-kaca melihatnya. Ini dia rahasia seorang guru, sekaligus seorang ayah, dan seorang pendidik. Ia datang dengan cinta.

Selamat hari guru. Untuk para guru lainnya, yang telah menorehkan tinta kecintaan di hati murid-muridnya, sebagaimana sosok sang Maha Guru Muhammad Rosululloh tertancap kuat di hati para sahabat bahkan mereka yang tak pernah berkesempatan bertemu dengannya … semoga Allah memberkahi ilmu dan umur kalian, dan menjadikan kalam kalam cahaya yang keluar dari hati dan lisan kalian sebagai amal jariyah dihadapan Allah.

Aamiin,aamiin, aamiin

Yang dari hati akan sampai ke hati.
From The Desk Of Hilal

Belajar Antri

MENGAPA GURU DI NEGARA MAJU LEBIH KHAWATIR JIKA MURIDNYA TIDAK BISA MENGANTRI KETIMBANG TIDAK BISA MATEMATIKA ?
INILAH JAWABANNYA :

Seorang guru di Australia pernah berkata :
“Kami tidak terlalu khawatir anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika”. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

Saya tanya “kenapa begitu?”

Jawabnya :

1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dsb.

3. Karena semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran Etika Moral dan ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak.

”Apakah pelajaran penting di balik budaya MENGANTRI?”

”Oh banyak sekali..”

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya jika ia mendapat antrian di tengah atau di belakang.

3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal.

4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur, dan menghargai orang lain

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Dan masih banyak pelajaran lainnya, silakan anda temukan sendiri..

FAKTANYA di Indonesia..

Banyak orang tua justru mengajari anaknya dlm masalah mengantri dan menunggu giliran, Sebagai berikut :

1. Ada orangtua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”

2. Ada orangtua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orangtua yang memakai taktik atau alasan agar dia atau anaknya diberi jatah antrian terdepan, dengan alasan anaknya masih kecil, capek, rumahnya jauh, orang tak mampu, dsb.

4. Ada orang tua yang marah-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain, lalu ngajak berkelahi si penegur.

5. Dan berbagai kasus lain yang mungkin pernah anda alami.

Yuk kita ajari anak-anak kita, kerabat dan saudara untuk belajar etika sosial, khususnya ANTRI.

Budaya SUAP dan KORUPSI juga dimulai dari tidak mau belajar mengantri…….

CARE to SHARE

Antara Sedekah dengan Air

Antara Sedekah dengan Air

Sedekah ialah sebuah pemberian. Segala apa yang kamu berikan dengan berdasarkan keikhlasan. Segala apa yang kamu berikan kepada yang sedang membutuhkan. Segala apa yang kamu berikan dalam berbagai bentukan. Termasuk kebaikan. Karena segala perbuatan baik adalah sedekah.

Dari Abu Hurairah _radhiyallahu’anhu,_ ia berkata: Telah bersabda Rasulullah _Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, “Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah, berkata yang baik itu adalah sedekah, setiap langkah berjalan untuk shalat adalah sedekah, dan menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.”_ (HR. Bukhari dan Muslim)

_Sedekah itu ibarat air._
Kebaikan yang terus menerus kamu lakukan setiap hari, bagai air yang terus mengalir tanpa henti. Maka, jangan berhenti melakukan kebaikan. Karena kebaikan yang disertai dengan keikhlasan, akan berbuah menjadi sedekah.

_Sedekah itu ibarat air._
Memberikan manfaat ke setiap cabang yang ia lewati. Membuat subur tanah dan tumbuhan yang ia aliri. Begitu pula dengan sedekah yang kamu beri. Meringankan untuk mereka yang hidupnya sedang terbebani. Menghibur untuk mereka yang hatinya sedang terlukai. Karena hidup ini kita tidak sendiri.

_Sedekah itu ibarat air._
Tiap sedekah yang kamu beri, dapat menghapuskan dosa yang ada di diri ini bak air memadamkan api. Maka, bersedekahlah setiap hari. Bukan hanya ukuran harta, melainkan kebaikan yang kita beri. Senyuman untuk mengawali hari. Ingat Allah sering kali. Ucapkan hanya yang baik dan tulus dari hati. Serta giatkan diri dengan kontribusi.

_Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air dapat memadamkan api._ (HR. Tirmidzi)

***

Matilah Sehidup-hidupnya

*🌾Bulir Ibrah dan Hikmah🌾*

Dinukil dan diselia dari
_*”Matilah Sehidup-hidupnya”*_
Felix Siauw, 30 Oktober 2018

***

Sejak berakad dengan _@ummualila,_ tak sekalipun saya meninggalkan rumah dan dia dalam keadaan marah. Sebab saya takut, itu perjumpaan yang terakhir.

Bila saya pulang tak menemuinya, pasti saya menyesal sebab dia pergi tanpa saya ridhai. Sebaliknya, bila saya yang tak pulang, saya tak bisa bayangkan perasaannya.

Karena itu, tiap kami punya cekcok rumah tangga, yang saya sampaikan selalu, “Ummi, kalau ini yang terakhir, apa ummi ridha kita seperti ini?”, dia selalu memahami.

Satu saat, saya hendak pergi berdakwah, dan seperti biasa menumpang pesawat terbang, saya bertanya biasa, “Andai ini perjumpaan terakhir?”, itu pesan saya.

Dia menjawab, “Ah, Abi juga kemarin bilang begitu, nyatanya juga pulang lagi”, dengan wajah yang senyum dipaksakan dalam kekhawatiran dia bicara.

Lalu saya sambung, “Iya sih, tapi, akan ada masa, ketika Abi bilang begini, lalu Abi benar-benar nggak pulang lagi”. Dia pun terdiam, tak lagi menjawab.

***

Begitulah hakikatnya kehidupan, kita hanya orang yang mengantri di depan pintu kematian. Yang kita tak tahu, kita di tengah, di belakan, atau di depan antrian.

Tiap menit yang kita lalai tanpa diragukan sejatinya adalah persiapan menuju kematian, tiap lisan adalah modalnya, dan tiap amal adalah bekalnya.

Bagi mereka yang kurang keimanannya, berbicara mati itu tabu, sebab mereka menakutkannya. Bagi yang beriman, Allah perintahkan mereka mengingat kematian.

Sebab hanya yang siap matilah, siap menghadapi hidup. Mengetahui bahwa semua ini akan berakhir, itu membuat hidup kita lebih kita hargai, lebih kita seriusi.

Andai ini postingan terakhir kita, andai ini komen terakhir kita, andai ini lisan dan amal terakhir kita. Maka seperti apakah kita ingin diingat saat pergi?

***

Hikmah dari jatuhnya pesawat Lion Air

Melihat berita jatuhnya pesawat Lion Air…..

Tidakkah kita bisa bayangkan… Sekitar 180 orang antri chek-in utk menjadi penumpang kendaraan terakhir mereka… satu persatu mendekati takdirnya…
Tidak ada yang tertukar, tidak ada yang salah….

Sampai pesawat diberangkatkan…
Dan terjatuh…

Sungguh saudaraku tidak ada yang salah dan tertukar….

Sesungguhnya semuanya sudah tertulis dalam lauhul mahfudz-Nya
Dan kita tidak tau kapan kita sampai pada akhir takdir kita, yang bisa datang sewaktu-waktu…

Yang harus kita tau, ini adalah peringatan bagi kita untuk memaksimalkan waktu dan kesempatan yang masih Allah berikan, untuk kita jalani agar hanya bernilai kebaikan dan keberkahan, dengan mempelajari, melaksanakan dan mentaati segala perintah dan larangan-Nya…

Hingga saat kita nanti pun tiba, semoga hanya ampunan dan ridho-Nya serta syafaat rasul-Nya yang akan kita terima, bukan murka dan hukuman-Nya.

Aamiin yaa Rabb… 🙏🏼
Credit by : Muh Azhar Gazali

Copyright © 2026 MakamalAzhar.com - 0856-853-4029 | Pemakaman Muslim No. 1 di Indonesia. AZHR-00034