Ketika Si Miskin Membiayai Orang Kaya

Ketika Si Miskin Membiayai Orang Kaya

Oleh : Salim A. Fillah

Hakikat perniagaan di negeri ini sering saya gambarkan dalam cerita tentang seorang pengusaha kecil yang memiliki produk, katakanlah keripik ubi. Untuk dapat masuk ke sebuah supermarket besar, produk ini harus melewati sekian uji-saring ketat, dari kualitas hingga kemasan. Dan akhirnya iapun diterima, terpampang agak tersembunyi di salah satu sudut raknya.

Tapi sistem pembayaran keripik ubi itu adalah konsinyasi, tiga bulan dipajang baru dihitung berapa yang laku. Laporan bisa diambil sekaligus sisa barang. Lalu pembayaran tunai baru akan diterima secepat-cepatnya sebulan kemudian.

Total empat bulan.

Tapi kalau si pemilik usaha amat kecil ubi ini pada saat menyetorkan dagangannya hendak beli beras atau gula di supermarket itu, bisakah ia minta dihitung nanti dari hasil dagangannya? Tidak!. Dia harus membayar tunai. Saat itu juga.

Inilah tata ekonomi, di mana orang miskin membiayai orang kaya. Pemilik usaha kecil itulah yang menopang bisnis para pemodal besar supermarket.

Maka kita selalu bahagia pergi ke pasar tradisional, karena kita akan menemukan nilai-nilai yang amat mahal. Saking mahalnya, 500 orang terkaya di dunia versi Forbes bersekutupun takkan sanggup membelinya.

Tempo hari, terlihat di Pasar Prawirotaman Yogyakarta, seorang ibu penjual bawang merah dan putih yang asyik mengupasi sebagian dagangan yang sudah keriput kulitnya. Tak banyak yang disandingnya, hanya setampah kecil sahaja.

Lalu seorang lelaki yang lebih muda, sambil tersenyum ke sana kemari menjajakan pisang satu lirang saja, yang dilihat keadaannya memang hanya akan bagus kalau dimakan hari ini segera. Besok tidak.

Dan tetap asyik dengan pisaunya, sang ibu mendongak, lalu berkata dengan tawa ringan yang memamerkan giginya, “Tolong pisangnya gantungkan di cantelan motorku itu ya Dik, ini uangnya ambil ke sini.”

Baca Juga Organizing Knowledge, The Important Part That Trainer Must Do

“Ya Mbak, lima ribu saja buat Njenengan.”

Maka ketika si Mas usai menaruh pisang itu, sang ibu menyumpalkan tiga uang lima ribuan ke tas plastik si Mas yang berisi jajanan ketika dia mendekat.

Semula lelaki itu tak menyadarinya, tapi setelah berjalan beberapa langkah dia kembali. “Weh, kebanyakan Mbak”, katanya.

“Tidak apa-apa, buat jajan anakmu lho Dik. Lagipula pisang segini banyak ya ndak mungkin 5000 to.”

“Ndak. Memang segitu harganya Mbak. Jajannya juga sudah ada kok ini.” Lalu uang itu dikembalikannya. Tak mau kalah, Si Ibu segera menyusul Si Mas yang berlari. Memasukkan lagi uang lebihan 10.000 itu ke tas plastiknya. Si Mas tersenyum geleng-geleng kepala. Lalu dengan penuh kesopanan, dia pamit pergi.

Siang hari ketika si Ibu hendak pulang, seorang pedagang bakso menghampirinya. “Ini mbak, baksonya.”

“Lho saya tidak pesan itu?”

“Lha tadi Mase penjual pisang yang memesankan itu. Terus dia bilang diracik sama ngasihkannya nanti saja kalau Njenengan mau pulang.”

“O Allah… Rejeki. Sembah nuwun Gustiiii…”

Adakah engkau temukan di tempat belanjamu orang saling berebut untuk membahagiakan sesamanya seperti ini?
Ah, mungkin sesekali kau perlu pergi ke pasar yang kaulihat becek dan sumpek itu. Sebab di sana ada yang tak dapat kaubeli dengan harta, tapi dapat kaurasakan mengaliri hatimu dengan sejuta haru dan makna.

Mari beralih ke pasar tradisional, dan menjadi kaya bersama-sama, bukan memperkaya yang sudah super kaya

Taman Pemakaman Umum (TPU) saat ini

Taman Pemakaman Umum (TPU)

Masalah kedukaan yang dialami oleh seseorang harusnya membuat keluarga yang ditinggalkan bisa merasa tenang dalam mengurus pemakaman bagi anggota keluarganya, akan tetapi kenyataannya adalah bahwa kondisi Taman Pemakaman Umum (TPU) kini sudah penuh dan tidak memungkinkan lagi untuk diisi.

Taman Pemakaman Umum (TPU)

 

Berikut kami sampaikan kondisi di Taman Pemakaman Umum (TPU) sebagai berikut:

Dekat tapi sudah penuh

Bagi kita yang tinggal dekat dengan Taman Pemakaman Umum tentu sangat merasakan betapa susahnya untuk mencari makam sekarang ini. Jika kia mempunyai keluarga yang sudah dimakamkan disana, kita mungkin bisa menumpuknya, akan tetapi tentu kita lebih senang jika kita mempunyai makam sendiri dan tidak ditumpuk.

 

Biaya tidak standar, layanan apa adanya

Biaya di Taman Pemakaman Umum (TPU) tidak ada standar, besarnya yang kita bayarkan tergantung koneksi kita ke petugas di Taman Pemakaman Umum (TPU) tersebut. Jumlahnya berbeda-beda pada setiap orang. Layanan dari TPU pun biasa saja, tidak ada tenda, tidak ada minum, banyk pungli, banyak penjual sehingga keluarga yang sedang berduka malah dibuat susah.

 

Tidak mungkin menyiapkan makam untuk satu keluarga dalam satu area

Pemakaman keluarga tidak mungkin dilakukan karena sudah tidak ada lagi ruang untuk pemakaman baru, apabil ada pun biasanya ada bekas makam orang yang tidaj membayar biaya pemeliharaan sehinggamakamnya menjadi hilang. Kita tentu ingin ketika berziarah berada dalam 1 tempat sehingga bisa sekalian mendoakan sanak keluarga mereka yang telah berpulang.

 

Wajib membayar biaya perawatan dan perpanjangan makam per 3 tahun selamanya

Hal ini terkadang yang membuat kita kesel. Kita sudah membayar biaya perawatan namun ternyata setelah kita cek makam orang tua/sanak/famili kita tetap tidak terawat kecuali pada bulan ramadhan makam tersebut dibersihkan.

 

Itulah kondisi di Taman Pemakaman Umum (TPU) yang bisa membuat kita pusing dan kesal. Untuk itu persiapkanlah kavling makam Muslim bapak dan ibu sekalian di Taman Pemakaman Muslim Al Azhar Memorial Garden. 1 (satu) kali bayar untuk selamanya tidak ada biaya yang dikeluarkan lagi selamanya. Keluarga tinggal datan dan berdoa.

Tiga Musibah Setiap Hari

Tiga Musibah Setiap Hari

Tiga Musibah Setiap Hari yang ditimpa manusia akan tetapi sebagian besar dari mereka belum MAMPU mengambil pelajaran darinya.

Tiga Musibah Setiap hari

Musibah Pertama:

Setiap hari umurnya tersu berkurang. Hari-hari di mana umurnya berkurang dia tidak perhatikan sementara ketika harta yg berkurang maka perhatiannya sangat luar biasa, padahal harta yang hilang bisa di ganti sementra umur yang hilang tidak ada gantinya.

 

Musibah ke DUA:

Setiap hari dia memakan rizki dari Allah, sementara dia tidak tahu bahwa setiap rizki yang ia makan kelak akan di hisab oleh Allah Subhanallahu wa ta’ala. Apabila rizki itu halal maka kelak dia akan ditanya sudahkah dia mensyukurinya ? Apabila rizki itu haram maka dengan itu Allah kelak akan menghukumnya.

 

Musibah ke TIGA:

Setiap hari dia terus melangkah mendekati akhirat, sebagaimana dia terus melangkah menjauhi dunia. Walapun demikian perhatiannya terhadap akhirat yang kekal, tidak sebesar perhatiannya terhadap dunia yang fana. Sementara dia tidak tahu akhir dari perjalanannya kelak, apakah akan menjadi penghuni Surga tempat segala kenikmatan, atau penghuni neraka tempat segala musibah dan siksaan.

Sebanyak apapun harta dunia yang kita kumpulkan, atau penghargaan dan jabatan yang kita raih, itu semua tidak seindah kenikmatan yang menjadi impian dan dambaan.

Nabi Yusuf – alaihi salam berdoa :
“Ya Allah aku memohon pada-Mu agar Engkau mewafatkanku dalam keadaan Islam dan kumpulkanlah aku di syurgaMu bersama hamba-hambaMu yang sholeh.” ( Qs. Yusuf : 101 )

Ya Allah, jangan jadikan neraka sebagai akhir dari perjalanan kami, dan jadikan surgaMu sebagai rumah peristirahatan terakhir kami.

 

Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin

“Hidup itu indah

Orang tua yang katanya banyak makan asam garam, mengerti semuanya, namun sejatinya mereka seperti anak² yang tidak mengerti tentang masa tua.

*Banyak orang tua yang tidak mempersiapkan diri menghadapi perjalanan masa tua ini.*

Manusia sejak menginjak usia 60 tahun mulai memasuki masa tua, sebelum hari benar² gelap kita harus mengingat beberapa pemandangan yang akan dihadapi, sehingga hati lebih siap dan tidak galau.

*PEMANDANGAN PERTAMA*

Ketika usia makin tua kita menyadari bahwa makin sedikit orang² yang ada di samping kita, generasi orang tua kita telah tiada, generasi kita juga banyak yang sudah tidak mampu merawat diri sendiri, generasi muda punya kesibukan sendiri, bahkan mungkin suami atau istri sudah jalan lebih dahulu.
Yang menemani kita hanyalah hari² yang kosong melompong, kita harus belajar untuk hidup sendirian dan menikmati kesendirian tersebut.

*PEMANDANGAN KE-DUA*

Perhatian masyarakat makin lama makin kecil, tidak peduli dulu betapa gemilangnya karir kita, betapa terkenalnya kita, setelah uzur kita menjadi kakek atau nenek biasa saja. Lampu² tidak lagi menyoroti kita, karena itu belajarlah untuk duduk di sudut yang tenang, mengagumi keriuhan generasi muda, dan kita tidak boleh dan harus menanggulangi rasa cemburu atau rasa galau kita.

* PEMANDANGAN KE-TIGA*

Jalan di depan banyak bahaya yang menghadang, patah tulang, stroke, alzheimer, kanker dan sebagainya, semua itu mungkin menghampiri kita, mau menolakpun sulit, karena itu kita harus belajar berdamai dgn penyakit-2 itu, belajar hidup bersama penyakit, berteman dengan penyakit, jagalah suasana hati, tugas kita adalah berolah raga yang cukup, selalu memompa semangat kita sendiri.

* PEMANDANGAN KE-EMPAT*

Hidup di atas tempat tidur, kembali ke situasi seperti waktu kita kecil. Ketika ibu melahirkan kita, di atas tempat tidur, setelah melewati kehidupan yang penuh kesulitan dan lika liku, akhirnya kita kembali ke awal…. Tempat tidur, menerima perawatan orang lain.

Yang berbeda dulu kita dirawat ibu, namun nanti belum tentu ada keluarga yang merawat kita, walau ada tentu jauh beda dengan perawatan seorang Ibu, besar kemungkinan yang merawat kita adalah perawat yang wajahnya tersenyum namun hatinya jengkel, kita tetap harus merendah dan berterima kasih

*PEMANDANGAN KE-LIMA*

Sebelum malam, *tahap terakhir* perjalanan hidup itu makin gelap, tentunya ini mempersulit kita melangkah, karena itu setelah usia 60 kita harus bisa *_”take it easy”_* terhadap kehidupan, nikmati hidup ini, syukuri yang ada, tidak usah terlalu peduli pada hal² yang remeh, tidak usah terlalu peduli pada urusan kecil anak cucu, persiapkan suasana hati sehingga bisa menghadapi perjalanan ini dengan alami dan wajar.

*SELAMAT MENJALANI HARI TUA DENGAN BAHAGIA DAN SELALU MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT*

Kematian Pasti Datang

*Buya Hamka.:*

*1. Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam,* maka
seluruh ‘Waktu & Pikiran’ yg kita miliki akan habis begitu saja & kita tidak akan pernah menjadi ‘Orang Yang Produktif’.

*2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala’ bagi kita untuk :*
» Memaafkannya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya, dan
» Menjaga Aib-nya.

*3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadikan ‘Orang Menjadi Mulia’,* Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah ‘Topeng Tanpa Wajah’.

*4. Ciri Seseorang (Pemimpin ) itu ” Baik’* akan Tampak dari :
» Kematangan Pribadi,
» Buah Karya,
» serta Integrasi antara ‘Kata & Perbuatan’-nya.

*5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan,* maka Bagikanlah ‘Contoh Kebaikan’ karena Hal itu akan ‘Menjadi Tauladan’.

*6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik,* Sebelum Menyuruh Diri Sendiri’,
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Sendiri.

*7. Pastikan Kita sudah melakukan yg terbaik & ‘Beramal’ hari ini,* Baik dengan :
» Materi,
» dengan Ilmu,
» dengan Tenaga,
» atau Minimal dgn
‘Senyuman yg Tulus’…

*8. Para Pembohong* akan
‘Dipenjara oleh Kebohongannya’ sendiri.
Orang yg Jujur akan
‘Menikmati Kemerdekaan’ dalam Hidupnya.

*9. Bila Memiliki ‘Banyak Harta’, maka Kita lah yg akan ‘Menjaga Harta’.*
Namun Jika Kita Memiliki ‘Banyak Ilmu’, maka Ilmu lah yg akan ‘Menjaga Kita’.

*10. Bila ‘Hati Kita Bersih’,*
Tak ada Waktu untuk :
» Berpikir Licik,
» Curang,
» atau Dengki,
sekalipun terhadap Orang lain.

*11. Bekerja Keras adalah ‘Bagian Dari Fisik’,* Bekerja Cerdas merupakan ‘Bagian Dari Otak’, sedangkan Bekerja Ikhlas adalah
‘Bagian Dari Hati’.

*12. Jadikanlah setiap ‘Kritik’* bahkan ‘Penghinaan’ yg Kita Terima sebagai ‘Jalan Untuk Memperbaiki Diri’.

*13.Kita tdk pernah tahu Kapan* ‘Kematian’ akan ‘Menjemput Kita, tapi yg Kita Tahu adalah kematian itu pasti datang & seberapa Banyak Bekal pengetahuan Al Qur’an dan al hadist yg Kita Miliki untuk Menghadapi kematian..

*TAFAKUR ;

UNTUK KITA SEMUA, TERUTAMA UNTUK DIRI SAYA PRIBADI…🙏🙏🙏

Share by:
Taman Pemakaman Muslim
Al Azhar Memorial Garden
WA 0856 853 4029

MENUJU AKHIRAT, PASTI

🍃 Perjalanan menuju akhirat merupakan suatu perjalanan yang panjang, dan pasti. Tidak satupun makhluq yang bisa menghindar.
Dan kematian adalah gerbang pertama yang pasti akan kita masuki untuk menuju akhirat.

🍃 Jangan lupa bahwa kematian, bukanlah hal yang sepele. Rasulullah SAW. bersabda:
*لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ*
*_Tiada Tuhan selain Allah, sesungguhnya di dalam kematian terdapat rasa sakit._* (HR. Bukhari).

🍃 Saat nyawa dicabut, napas kita tersengal, mulut terkunci, anggota badan kita tanpa daya dan pintu taubat pun tertutup. Pada saat itu tak ada yang bisa menghindarkan kita dari _sakaratul maut._
*_Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya_* (QS. Qaf/ 50: 19).

🍃 Cukuplah kematian sebagai nasehat untuk setiap insan. _Apakah kita sudah siap ketika kematian datang menjemput?_
_Sudah cukupkah bekal yang kita punya untuk menempuh perjalanan selanjutnya menuju alam akhirat yang kekal dan abadi?_Sudah pantaskah kita untuk bertemu Rabb kita?_ _Dan sudah layakkah kita untuk ditempatkan di dalam surga yang didalamnya penuh dengan kenikmatan itu?_

🍃 _Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang senantiasa mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan di akhirat. Mati dengan husnul khatimah dengan ridha dan diridhai Allah SWT_.

*🍃 Semoga kita termasuk insan yang dipanggil Allah dlm khusnul khotimah :

*_Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku._* (QS. al-fajr/ 89: 27-30)…

Bakti kepada ibu bapak

Bakti kepada ibu bapak

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga
(HR

*Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul)*

Tidak diragukan lagi, yaitu
1.doa orang yang dizalimi,
2.doa orang yang bepergian dan
3.doa kejelekan kedua orang tua kepada anaknya.”
(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Semoga ALLAH memudahkan kita berbakti kepada kedua orang tua, selama mereka masih hidup dan semoga kita juga dijauhkan dari mendurhakai keduanya.
🙏

Melanjutkan Bakti Kepada Orangtua Melalui Ziarah Kubur

Ziarah kubur, nyekar atau nyadran, merupakan tradisi yang masih terjaga hingga saat ini. Menjelang Ramadhan dan Lebaran, biasanya masyarakat mengunjungi orangtua mereka yang telah dimakamkan. Mereka duduk dipinggir pusara guna memohonkan ampunan orang terkasih yang kini telah berada di barzah.

Sebagian orang memandang tradisi ini tidak perlu dilakukan, menurut pendapat mereka, mendoakan jenazah bisa dilakukan dimana saja, tidak harus ziarah kubur. Ada lagi yang memandang tradisi ziarah merupakan perilaku sia-sia, karena mendoakan orangtua seharusnya dilakukan setiap hari tanpa perlu mengunjungi makamnya. Toh mereka yang sudah meninggal tidak akan tahu bahwa anak cucu mereka mengunjunginya di makam. Benarkah demikian?

Disamping untuk mengingat akhirat, ziarah kubur, terutama ziarah ke makam orangtua dan mendoakannya, memiliki nilai dalam Islam. Seperti hadis Rasullah SAW dari Abu Hurairah RA :

_“Barangsiapa ziarah ke makam orang tuanya setiap hari Jum’at, Allah pasti akan mengampuni dosa-dosanya dan mencatatnya sebagai bukti baktinya kepada orang tua.” (HR Hakim )_

Sedangkan anggapan bahwa ziarah kubur tidak bermanfaat bagi jenazah, dijawab melalui hadis Rasullah SAW

_“Tidak seorangpun yang mengunjungi kuburan saudaranya dan duduk kepadanya (untuk mendoakannya) kecuali dia merasa bahagia dan menemaninya hingga dia berdiri meninggalkan kuburan itu.” (HR. Ibnu Abi ad-Dunya dari Aisyah Ra)_

Ziarah kubur dapat melembutkan hati. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lain:

كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا

_“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah”_ (HR. Al Haakim no.1393, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’, 7584)

Terdapat manfaat timbal balik dalam melakukan ziarah makam orangtua. Disatu sisi, orangtua yang telah tiada bisa merasakan kebahagiaan dengan hadirnya anak-anak tercinta di makamnya, disisi lain, anak-anak dapat meneruskan baktinya kepada orangtua hanya dengan melakukan ziarah kubur dan mendoakannya.

Namun kondisi pemakaman umum yang ada sekarang, tidak mempertimbangkan pentingnya ziarah kubur dengan tidak menghiraukan kenyamanan dan keamanan peziarah. Makam saling berhimpitan, tidak ada jalan atau shaf yang memberikan jarak antara makam satu dengan lainnya, sehingga makam kerap diduduki dan diinjak-injak peziarah yang hendak mendoakan makam lain. Sempitnya jarak antar makam membuat peziarah tidak nyaman terutama ketika pemakaman tengah ramai oleh peziarah.

Hal itulah yang dirasakan ibu Elly Meilida, yang merasa tidak nyaman setiap kali berziarah ke makam kerabatnya. Hal tersebut mengganggu ketenangan untuk berdoa. “Untuk berdoa saja, biasanya harus beradu pantat” kata ibu Elly menggambarkan rapatnya jarak antar makam di pemakaman umum. Belum lagi gangguan banyak pengemis yang mengikuti bahkan memaksa meminta sedekah pada peziarah, merusak kekhusukan peziarah ketika berkunjung ke makam.

Berbagai permasalahan di TPU yang lain, seperti keharusan memperpanjang kontrak sewa lahan makam tiap tiga tahun jika tidak ingin makam keluarga kita berganti dengan makam orang lain, menggerakkan keluarga Ibu Elly untuk mencari pemakaman yang tidak hanya memudahkan keluarga dalam mengurus dan merawat makam, tetapi juga memberikan kenyamanan kepada peziarah.

Hingga pilihan Ibu Elly beserta keluarga besarnya yang saat ini sekitar 100 orang, sepakat untuk membeli makam di Al-Azhar Memorial Garden. _“Di Al-Azhar Memorial Garden bisa dipesan dulu, jadi nanti keluarga tidak repot untuk pengurusan jenazah, dan yang pasti, Al-Azhar Memorial Garden lebih bagus perawatannya, nyaman untuk ziarah dan kumpul keluarga besar”_ kata Ibu Elly.

Jarak antar makam yang dipisahkan oleh jalan setapak serta berada ditengah indahnya taman, sesuai dengan keinginan Ibu Elly yang ingin menjaga kekhusukan berdoa ketika berziarah bersama keluarga besarnya.

Al-Azhar Memorial Garden dibangun di atas lahan seluas 25 hektare yang diperuntukkan sebagai tempat peristirahatan terakhir ummat muslim. Saat ini, Al-Azhar Memorial Garden yang berada di Karawang Timur sudah mengerjakan lebih dari 8 hektare taman makam. Dari 8 hektare yang sudah dibangun tersebut 80 persennya sudah dipesan oleh masyarakat.

Direktur Utama Al-Azhar Memorial Garden, Nugroho Adiwiwoho mengungkapkan, sejak mulai dibangun 2011 lalu, permintaan masyarakat terhadap tanah kuburan untuk umat muslim sangat besar. Hal itu karena Al-Azhar Memorial Garden menjamin prosesi pemakaman dan syarat makam sudah sesuai dengan syariah Islam. Dalam penanganan jenazah mulai dari rumah duka hingga ke pemakaman, layanan pemulasaran jenazah di Al-Azhar Memorial Garden menggunakan layanan yang sudah dijalankan dengan baik selama puluhan tahun oleh Mesjid Agung Al-Azhar.

Selain itu, Al-Azhar Memorial Garden menjamin keberadaan makam selamanya. Ummat muslim tidak perlu resah dengan makam yang sudah dibelinya di Al-Azhar Memorial Garden. _“Biaya makam di Al-Azhar Memorial Garden cukup dibayarkan sekali untuk pemeliharaan makam selamanya, tidak ada pungutan lagi setelah itu,”_ kata Nugroho. (AMG)

☘☘☘

*Endang* | Official Marketing
*Al-Azhar Memorial Garden*

🌴 *Taman Pemakaman Muslim*

📌 *LAYANAN*
▪ Lahan Makam
▪ Pemakaman
▪ Pemindahan Makam

Info lebih lanjut | Telp & WA :
📱 *0856 853 4029*

_Tersedia Layanan kendaraan u/ Survey 🚘 GRATIS antar jemput dari rumah ke lokasi kami._

Jaminan Iman

Salim A. Fillah, 25 Mei 2018
@prouchannel

***

Iman tidak pernah menjamin kita untuk selalu berlimpah dan tertawa. Iman hanya menjamin kita untuk mendapatkan elusan lembut kasih sayang Allah dalam apa pun dera yang menimpa. Ujian apa pun, justru bahkan kadang setara dengan keimanan kita.

Makin tinggi keimanan seseorang, makin berat ujian yang akan kemudian Allah cobakan kepadanya. Maka Allah mengatakan, “kalau kalian merasakan sakit, wahai orang-orang beriman, maka orang-orang kafir pun merasakan sakit sebagaimana kalian merasakan sakit. Tetapi kalian mengharapkan dari Allah apa-apa yang tidak bisa diharapkan oleh orang-orang kafir.”

Kalian mengharapkan dari Allah apa-apa yang tidak bisa diharapkan oleh orang-orang kafir, yaitu pahala dan surga Allah yang إن شاء الله kita raih.

***

Ringkasan Pembatal Puasa DI Zaman Modern, Para Ulama Kontemporer dan Sebagian Dokter yang telah membahasnya ‼

RINGKASAN PEMBATAL PUASA DI ZAMAN MODERN, PARA ULAMA KONTEMPORER DAN SEBAGIAN DOKTER TELAH MEMBAHASNYA ‼

➡ A. Mengenai suntikan

Perlu diketahui suntikan ada tiga jenis:

🔹1.Suntikan melalui kulit (Intra cutan) misalnya suntikan Insulin: TIDAK membatalkan puasa

🔹2.Suntikan melalui otot (Intra muscular) misalnya suntik antihistamin dan beberapa jenis vaksinasi : TIDAK membatalkan puasa

🔹3.Suntikan melalui pembuluh darah (intra vena) misalnya antinyeri, infus dan vitamin

🔖 Maka ini dirinci:

🔺1.Suntikan bukan makanan misalnya antinyeri dan antihistamin: TIDAK membatalkan puasa

🔺2.Suntikan yang mengandungi makanan atau zat makanan misalnya suntikan glukosa atau infus : MEMBATALKAN puasa

➡ B. Memberikan donor darah dan menerima transfusi darah :

💉 Memberikan donor darah: TIDAK membatalkan puasa

💉 Menerima transfusi darah: MEMBATALKAN puasa (termasuk di dalamnya cuci darah dengan menerima darah dari orang lain).

➡ C. Mengenai Bau Mulut orang puasa

♨ Sebagian orang salah paham, yang benar bahwa bau mulut orang puasa berasal dari uap perut yang naik ke atas, bukan dari bau mulut. Ini sudah dibuktikan dengan ilmu kedokteran dan penjelasan ulama. Sehingga disarankan tetap bersiwak atau membersihkan gigi/mulut ketika berpuasa.

➡ D. Merokok MEMBATALKAN puasa

➡ E. Inhaler dan nebulizer TIDAK membatalkan puasa.

➡ F. Celak, Lipstik (pelembab bibir) dan make-up TIDAK membatalkan puasa.

➡ G. Pembatal puasa terkait dengan hidung

Tetes hidung TIDAK membatalkan puasa

🔹 Semprot hidung TIDAK membatalkan puasa

➡ H. Pembatal puasa terkait dengan Mata

🔹 Tetes mata TIDAK membatalkan puasa

➡ I. Pembatal puasa terkait dengan Telinga :

🔹 Tetes telinga TIDAK membatalkan puasa

🔹 Bilas Telinga (misalnya membersihkan kotoran/serumen) TIDAK membatalkan puasa

➡ J. Memakai obat kumur TIDAK membatalkan puasa asalkan dijaga agar tidak tertelan

➡ K. Menelan sisa makanan dengan tidak sengaja TIDAK membatalkan puasa

➡ L. Boleh berobat ke dokter gigi, suntikan, obat dan darah atau yang tidak sengaja tertelan TIDAK membatalkan puasa.

➡ M. Sakit kemudian meninggal di Bulan Ramadhan, maka statusnya puasanya:

🔹Hutang puasa Ramadhan secara umum tidak diqadha, tetapi bayar fidyah. Karena pendapat terkuat qadha puasa hanya untuk puasa nadzar.

🔹 Jika sakit dan meninggal di tengah bulan Ramadhan, tidak ada hutang puasa dan tidak ada fidyah.

🔹 Jika sakit di bulan Ramadhan tidak sempat meng-qadha (tidak sengaja melambatkan), yaitu sempat sembuh sebentar ketika Ramadhan selesai , atau sempat meng-qadha tetapi baru sebagian. Maka sisanya tidak teranggap hutang puasa dan tidak ada fidyah

🔹 Jika sakit di bulan Ramadhan kemudian sempat sembuh dan sengaja melambatkan qadha. Keluarganya/walinya membayarkan fidyah

➡ N. Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium TIDAK membatalkan puasa

➡ O. Persediaan darah di PMI menipis ketika bulan Ramadhan

💉 Memberikan donor tidaklah membatalkan puasa. Untuk menangani masalah ini perlu kerjasama antara pemerintah, tokoh agama dan tenaga kesehatan. Perlu ada sosialisasi dari pemerintah dibantu dengan tokoh agama dan eksekusi yang baik dari tenaga kesehatan ketika bertugas.

💉 Semoga permasalahan terbatasnya stok darah selama bulan Ramadhan tidak terjadi lagi. Sehingga membuat tenang para petugas medis dan bisa memberikan bantuan medis secepatnya kepada pasien.

➡ P. Cara puasa orang terkena penyakit epilepsi

🔹 Jika sedang kambuh, puasanya bisa dibatalkan. Jika sadar dan tidak kambuh meng-qadha puasa Ramadhannya. Jika tidak mampu karena seringnya kambuh, bisa membayar fidyah saja.

➡ Q. Vaksinasi di bulan Ramadhan

💉 Suntikan vaksinasi TIDAK membatalkan puasa. Vaksinasi hukumnya mubah dan secara kedokteran bermanfaat

➡ R. Pembatal puasa terkait dengan anestesi (pembiusan)

💉 1. Anestesi melalui hidung dengan menghirup gas anestesi TIDAK membatalkan puasa

💉 2. Anestesi kering (akupuntur Cina) dengan menggunakan jarum kering TIDAK membatalkan puasa.

💉 3. Anestesi melalui suntikan. S
udah dibahas di pembahasan suntikan

🔖 Mengenai hilangnya kesadaran selama anestesi :

🔸 1. tidak sadar sehari penuh (selama waktu diwajibkan puasa), puasanya TIDAK sah.

🔸 2. tidak sadar hanya beberapa saat (tidak penuh selama waktu diwajibkan puasa), puasanya SAH.

➡ S. Pemeriksaan Intravagina dan obat Intravagina TIDAK membatalkan puasa dan tidak perlu mandi wajib (mandi junub)

📖 Ringakasan dari buku “Fikh Kesehatan Kontemporer Puasa Ramadhan” terbitan Kesehatan Muslim – https://goo.gl/elalbc

✒ Penulis : dr. Raehanul Bahraen

(Pimred Kesehatan Muslim)

✏ Murajaah :
Ustadz Aris Munandar, M.PI

✒ *Editor : Admin AsySyamil.com*

♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

Copyright © 2026 MakamalAzhar.com - 0856-853-4029 | Pemakaman Muslim No. 1 di Indonesia. AZHR-00034